Baik preventive maintenance maupun predictive maintenance bertujuan mencegah kerusakan peralatan sebelum terjadi kegagalan yang mengganggu produksi. Namun keduanya berbeda dalam cara menentukan kapan perawatan harus dilakukan.
Preventive Maintenance: Berdasarkan Jadwal
Preventive maintenance dilakukan berdasarkan jadwal tetap — misalnya setiap tiga bulan atau setelah sekian jam operasi — terlepas dari kondisi aktual peralatan saat itu. Pendekatan ini sederhana diterapkan, tetapi berisiko melakukan perawatan terlalu dini (membuang sumber daya) atau terlalu terlambat (jika kerusakan terjadi sebelum jadwal berikutnya).
Predictive Maintenance: Berdasarkan Kondisi Aktual
Predictive maintenance menggunakan data dari sensor dan pemantauan kondisi — getaran, suhu, suara, konsumsi energi — untuk memprediksi kapan suatu komponen kemungkinan akan gagal. Perawatan dilakukan tepat sebelum kegagalan terjadi, bukan berdasarkan jadwal kaku, sehingga lebih efisien tetapi membutuhkan investasi alat pemantauan dan analisis data.
Mana yang Harus Dipilih?
- Preventive maintenance cocok untuk peralatan dengan pola kerusakan yang relatif terprediksi dan biaya pemantauan kondisi yang tidak sepadan
- Predictive maintenance lebih tepat untuk aset kritikal bernilai tinggi, di mana kegagalan mendadak menimbulkan kerugian besar
- Banyak perusahaan menerapkan kombinasi keduanya — preventive untuk peralatan umum, predictive untuk aset yang benar-benar kritikal
GERAKS menyelenggarakan program Preventive Maintenance of Electrical Equipment bagi tim maintenance dan teknik yang ingin membangun strategi perawatan yang lebih efisien dan terukur.
Butuh pelatihan untuk tim Anda?
Diskusikan kebutuhan pengembangan SDM perusahaan Anda dengan tim GERAKS.




